Trending Topik

OPOP Jatim Gelar Expo 2019

Diposting oleh On December 03, 2019

One Pasentren One Product (Opop) Jatim menyelenggarakan Expo 2019 selama tiga hari di JX Internasional Surabaya dari tanggal 28-20 Nopember. Kegiatan Opop digelar untuk memperkenal prodak pesantren agar bisa dikenal oleh masyarakat luas.

Prodak pesantren akan terus ditingkatkan dengan target tahun 2023 mencapai 250 produk, di tahun ini sudah ada 100 produk pesantren dan di tahun 2020 nanti akan ditingkatkan 150 produk.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur akan mendukung penuh pengembangan produk pesantren di Jawa Timur dan terus didorong membuat inovasi baru di setiap pesantren.
Dalam waktu dekat ini One Pesantren One Product Jatim akan mengelar expo tahun 2019 di Jx Internasional Surabaya selama tiga hari mulai 28 hingga 30 November. Berbagai produk pesantren akan dipamerkan agar bisa dikenal oleh masyarakat umum.
Dalam  kegiatan expo nanti ada ngaji entrepreneur, program sertifikasi halal paten merk produk pesantren, kompetisi business pesantren,lomba qosidah rebana, lomba fashion pinggir sepur  juga layanan sembako mura serta masih banyak yang lainya.
Menurut Sekretaris Opop Jatim, Moh Ghofirin, kegiatan ini akan didukung oleh lembaga keuangan syariah, dengan memberikan pendanaan  bagi pesantren binaan Opop.
Target Opop tahun 2023 mencapai 250 produk di tahun ini ada 100 produk dan di tahun 2020 nanti akan ditingkatkan 150 produk.
Produk pesantren sendiri juga harus unggul memiliki sertifikasi lengkap mulai halal, paten merk, SNI dan ijin edar agar bisa diminati pasar. (mad)

Aksesoris apa biar penampilan makin menarik saat wisuda?

Diposting oleh On June 25, 2019

Wisuda itu moment yang sakral. Pasti semua orang pengen banget buat terlihat almost perfect di acara yang sangat penting ini.


Jadi sudah menjadi keharusan tampil sempurna di acara wisuda. Tapi, terkadang bingung kan harus pake aksesoris apa biar penampilan makin menarik saat wisuda?


Songkok Lukis Nusantara jawabannya!


Ya, MI Miftahul Ulum Gresik memilih Songkok Lukis Nusantara dengan balutan motif sesuai kostum batik dewan guru. Pada tengah songkok dicantumkan logo lembaga/sekolah sehingga tampak pula identitas formal lembaga pendidikan tersebut.


Penasaran gimana penampilan dewan guru MI Miftahul Ulum saat wisuda esok?

Kita tunggu dokumentasi nya 😁

Penasaran cara ekspor barang, Crew Songkok Lukis Nusantara ikuti pelatihannya!

Diposting oleh On April 22, 2019


Program Bidang Perdagangan Dinas Koperasi Usaha Mikro Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Gresik bekerjasama dengan Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Ekspor Indonesia Kementrian Perdagangan RI menggelar Kegiatan Pelatihan Ekspor dan Kewirausahaan selama 3 hari mulai tanggal 9 s/d 11 April 2019 di Hotel Pesonna Gresik.




Crew Songkok Lukis Nusantara Sahabat Chuluq mengikutinya dengan penuh antusias, meskipun beberapa sesion harus ditinggalkan karena ada kewajiban kuliah/studi. Sahabat Chuluq yang juga aktifis BEM di kampusnya sudah terbiasa melakukan aktifitas multi tasking contohnya kuliah sambil bekerja dan aktif di berbagai kegiatan kepemudaan dan keagamaan.
Semoga Sahabat Chuluq bisa mengaplikasikan ilmu ekspornya bersama kami, Karya Nusantara Optima Songkok Lukis Nusantara!



Yayasan Pusat Pemberdayaan Masyarakat Gresik gelar Program Gerakan Kewirausahaan Nasional

Diposting oleh On March 04, 2019


Yayasan Pusat Pemberdayaan Masyarakat Gresik (YPPMG) menggelar Pelatihan Kewirausahaan pada tanggal 1-2 Maret 2019 di Hotel @Home Premiere Horison GKB Gresik. Kegiatan diikuti 40 peserta perwakilan dari berbagai kecamatan di Kabupaten Gresik. Abdul Hamid, S.E selaku ketua YPPMG menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan Program Gerakan Kewirausahaan Nasional bekerjasama dengan  Kementrian Koperasi dan UKM Republik Indonesia yang bertujuan menggelorakan semangat dan jiwa wirausaha masyarakat khususnya di Gresik.
Firdaus Indrajaya Tuharea, S.E., M.Si menyampaikan materi tentang Jaringan Pemasaran


Dimulai dengan materi tentang perkoperasian, manajemen keuangan, nilai kewirausahaan, analisis peluang usaha dan strategi pengembangan usaha dan jaringan pemasaran. Dalam hal ini, Mas Budi (Owner Songkok Lukis Nusantara) menjadi narasumber tentang materi strategi pengembangan usaha.
Ahmad Rahman Budiman, M.Pd sedang berdiskusi  menganalisis SWOT bisnis masing-masing peserta
Peserta diajak menganalisis kondisi usaha masing-masing dengan teknik analisis SWOT. Dari kegiatan tersebut ditemukan berbagai hal yang teridentifikasi yang akan menjadi pertimbangan menentukan strategi apa yang cocok untuk mengembangkan usaha para peserta.  
Variasi usaha peserta juga bermacam macam mulai dari produksi makanan, retail, jual beli pakaian, jasa, layanan bimbingan belajar, jual beli elektronik, dan sebagainya.  “Mereka tampak lebih bersemangat meningkatkan kualitas dan kuantitas usahanya , tentunya dengan fasilitasi dari pemerintah baik dorongan dari anggota legislative maupun dari SKPD terkait” ujar salah satu panitia pelaksana.



Program WMP, Solusi Tepat Kembangkan Bisnis Pemuda!

Diposting oleh On January 30, 2019

Tahun 2018, Kemenpora memberikan fasilitasi kepada 1000 wirausahawan muda  berupa bantuan uang sejumlah 15 juta per orang. Kemenpora ingin agar bantuan ini bernilai penting bagi penerima. Oleh sebab itu, Kemenpora akan menyiapkan formulasi agar para WMP dapat tepat sasaran dan yang dibantu bisa berkembang dan terkontrol dengan baik.

Mas Irfan, Mas Budi dan Mas Jamil anggota FKP Gresik
Peserta Program Wirausaha Muda 2018
Program WMP diperuntukkan bagi para pemuda yang baru mengawali usaha. Tahun ini, syarat usaha berdiri sedikit diperlonggar menjadi minimal 6 bulan. Program WMP sangat terbuka untuk pemuda, informasi lengkap dengan juknisnya pengajuannya bisa diakses di website Kemenpora.
Di awal peserta WMP mengikuti Bimbingan Teknis Manajemen Keuangan di Hotel Grand Suite Darmo pada bulan November 2018 lalu. Diikuti ratusan pemuda dari wilayah Jawa Timur dan Bali. Di Kabupaten Gresik ada beberapa wirausahawan muda yang menjadi peserta WMP 2018. Mayoritas mereka bergabung dengan Forum Kewirausahaan Pemuda (FKP) Gresik yang dinaungi Dinas Pemuda dan Olahraga Kab Gresik. FKP bukan sekedar komunitas bisnis, namun organisasi resmi pemuda yang berwirausaha yang berperan meningkatkan skala bisnis pemula yang dirintis mulai nol.

Budi, Pemuda Asli Gresik yang juga memiliki bisnis di bidang songkok merupakan salah satu Peserta Wirausaha Muda Pemula yang mendapatkan bantuan di akhir Desember 2018 lalu. “Program WMP ini sangat menyuntik semangat pemuda untuk berwirausaha, khusus bagi kami akan kami gunakan untuk peningkatan manajerial bisnis kami serta peningkatan kualitas produk songkok kami”. 
Budi, Peserta WMP 2018 memanfaatkan Program WMP membeli laptop guna meningkatkan adminstrasi bisnisnya

Setelah dapat bantuan, penerima WMP akan didekatkan dengan pihak-pihak yang berhubungan dengan usahanya, termasuk akses pada modal. Mereka juga akan dimasukkan sebagai anggota Forum Kewirausahaan Pemuda untuk saling berinteraksi, menambah jejaring dan mengembangkan diri dan usahanya.

Indie Creative Manajement 2019 UMG, Create a Young Entrepreneur

Diposting oleh On January 16, 2019


TIMESINDONESIA, GRESIK – Di penghujung tahun 2018, program studi Manajemen, Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) menggebrak dengan menggelar Indie Creative Manajement 2019 dengan tajuk Create a Young Entrepreneur.
 "Ini sesi penutup perkuliahan bisnis, kenapa? karena kami di prodi manajemen sudah mendesain matakuliah semester ganjil,” kata Kepala (Ka) Prodi Manajemen UMG, Anita Handayani, Jumat, (28/12/2018).

Indie Creative Manajement merupakan acara tahunan yang selalu diselenggarakan program studi manajemen UMG sebagai even penutup perkuliahan bisnis. Dan tahun ini, diselenggatakan pada Kamis-Jumat (27-28/12/2018) dan Sabtu-Minggu (5-6/12/2019) mendatang.
mahasiswa-UMG..jpg
“Mata kuliah bisnis ini merupakan rumpun matakuliah berjenjang, sehingga mahasiswa manajemen setelah lulus dari UMG sudah pasti tahu bisnis dan memiliki bisnis,” ucap Anita.
Ia membeberkan, matakuliah semester ganjil adalah bisnis mulai Kreasi Bisnis untuk semester 1, Kewirausahaan semester 3, Studi Kelayakan Bisnis semester 5 dan semester 7 Aplikasi Bisnis.
mahasiswa-UMG....jpg
Acara yang diselenggarakan selama empat hari ini tidak hanya menghadirkan para pebisnis muda untuk sharing tapi juga menggelar kegiatan Market 4.0 seperti Bisnis Plan Kompetisi, Manajemen Award, Entrepreneur Camp dan Talk Show Bisnis yang menghadirkan Nuryadi, CEO Satu Atap Surabaya dan Rahman Budiman, owner Karya Nusantara Optima.
"Bisnis butuh niat, modal finansial bukan utama dalam bisnis, karena saya mengawali bisnis dari sebuah niat dan kesempatan sehingga songkok yang saya buat bisa menembus pasar Nasional,” ujar Rahman.
Sementara itu, Nuryadi di Indie Creative Manajement 2019UMG menambahkan, problem mengawali anak muda berbisnis adalah Guidance, Publikasi dan Permodalan. “Anak muda butuh mentor untuk mengawali bisnis agar bisa terarah. Mereka saat ini kesulitan untuk dapat mentor maka dengan ada program seperti ini anak muda wajib ikut,” tuturnya. (*)