Trending Topik

Menteri Agama Republik Indonesia Pakai Produk Songkok Finalis Santripreneur Award

Diposting oleh On January 22, 2021


Menteri Agama RI H. Yaqut Cholil Qoumas menggunakan Songkok Lukis Nusantara bertuliskan nama beliau.  Songkok Lukis Nusantara adalah salah satu usaha ekonomi kreatif pemuda asal Gresik, Budi (Owner Songkok Lukis Nusantara) berhasil menjadi finalis Santripreneur Award 2017. Budi merintis usahanya mulai 0 hingga sekarang produk Songkok Lukis Nusantara sudah banyak dipakai para pejabat dan masyarakat Indonesia.



Tingkatkan Partisipasi Pemilih PILKADA 2020, Songkok Lukis Nusantara Bagi Bagi Hadiah!

Diposting oleh On September 08, 2020


Giveaway Songkok Lukis Nusantara untuk Tingkatkan Partisipasi Pemilih PILKADA 2020



PILKADA 2020 telah melewati tahapan pendaftaran, tentunya Tim Sukses dan Tim Pemenangan mulai bergerak.

Kami UMKM juga bergerak menyambut PILKADA dengan KARYA,Untuk meningkatkan partisipasi PILKADA 2020, Kami siapkan 10 Hadiah buat Sahabat Nusantara.

Pulsa 50rb untuk 3 pemenang, Pulsa 20rb untuk 2 pemenang dan 5 Songkok Edisi PILKADA 2020 (Logo Slogan Paslon PILKADA 2020).

 


Caranya mudah :

1. Subscribe channel youtube Songkok Lukis Nusantara

2. Follow ig @Gresikpreneur 

3. Like Halaman Facebook @Songkok Lukis Nusantara

3. Komen di video ini (sertakan nama IG n FB) https://youtu.be/yEmutK895m4


4. Share 3 video Songkok Lukis Nusantara (termasuk video ini) di akun fb kalian , jangan lupa share banner giveaway di ig story kalian juga yaahh 😋

Pemenang akan dipilih random oleh tim kami, tentunya yang sudah memenuhi persyaratan di atas. Apabila salah satu syarat di atas tidak terpenuhi maka dianggap gugur.


GIVEAWAY ini akan di umumkan pada saat tahapan Pilkada Pengundian Nomor Urut Calon pada tgl 24 September 2020!!


#Pilkada2020 #PartisipasiPemilih #SongkokLukisNusantara #TheTrulyIdentity

Kajati Jawa Timur Pakai Songkok Lukis Nusantara Membuka Bazar Murah Ramadhan Kejaksaan Negeri Gresik

Diposting oleh On June 02, 2019

Masyarakat Gresik serbu sembako murah di Bazar Murah Ramadhan Kejaksaan Negeri Gresik. Bazar yang dilaksanakan sehari ini dibuka oleh Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Timur (Kajati) Dr. Sunarta, SH. MH di Halaman Kantor Kejaksaan Negeri Gresik, Jum’at (24/5/2019).


Selain Kajati, Bupati Gresik Dr. Sambari Halim Radianto dan Wakil Bupati Gresik Dr. Mohammad Qosim juga hadir pada kegiatan itu.  Bazar Ramadhan juga dihadiri oleh sejumlah petinggi dari Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, Seluruh Anggota Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kabupaten Gresik.   

Yayasan Pusat Pemberdayaan Masyarakat Gresik gelar Program Gerakan Kewirausahaan Nasional

Diposting oleh On March 04, 2019


Yayasan Pusat Pemberdayaan Masyarakat Gresik (YPPMG) menggelar Pelatihan Kewirausahaan pada tanggal 1-2 Maret 2019 di Hotel @Home Premiere Horison GKB Gresik. Kegiatan diikuti 40 peserta perwakilan dari berbagai kecamatan di Kabupaten Gresik. Abdul Hamid, S.E selaku ketua YPPMG menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan Program Gerakan Kewirausahaan Nasional bekerjasama dengan  Kementrian Koperasi dan UKM Republik Indonesia yang bertujuan menggelorakan semangat dan jiwa wirausaha masyarakat khususnya di Gresik.
Firdaus Indrajaya Tuharea, S.E., M.Si menyampaikan materi tentang Jaringan Pemasaran


Dimulai dengan materi tentang perkoperasian, manajemen keuangan, nilai kewirausahaan, analisis peluang usaha dan strategi pengembangan usaha dan jaringan pemasaran. Dalam hal ini, Mas Budi (Owner Songkok Lukis Nusantara) menjadi narasumber tentang materi strategi pengembangan usaha.
Ahmad Rahman Budiman, M.Pd sedang berdiskusi  menganalisis SWOT bisnis masing-masing peserta
Peserta diajak menganalisis kondisi usaha masing-masing dengan teknik analisis SWOT. Dari kegiatan tersebut ditemukan berbagai hal yang teridentifikasi yang akan menjadi pertimbangan menentukan strategi apa yang cocok untuk mengembangkan usaha para peserta.  
Variasi usaha peserta juga bermacam macam mulai dari produksi makanan, retail, jual beli pakaian, jasa, layanan bimbingan belajar, jual beli elektronik, dan sebagainya.  “Mereka tampak lebih bersemangat meningkatkan kualitas dan kuantitas usahanya , tentunya dengan fasilitasi dari pemerintah baik dorongan dari anggota legislative maupun dari SKPD terkait” ujar salah satu panitia pelaksana.



Program WMP, Solusi Tepat Kembangkan Bisnis Pemuda!

Diposting oleh On January 30, 2019

Tahun 2018, Kemenpora memberikan fasilitasi kepada 1000 wirausahawan muda  berupa bantuan uang sejumlah 15 juta per orang. Kemenpora ingin agar bantuan ini bernilai penting bagi penerima. Oleh sebab itu, Kemenpora akan menyiapkan formulasi agar para WMP dapat tepat sasaran dan yang dibantu bisa berkembang dan terkontrol dengan baik.

Mas Irfan, Mas Budi dan Mas Jamil anggota FKP Gresik
Peserta Program Wirausaha Muda 2018
Program WMP diperuntukkan bagi para pemuda yang baru mengawali usaha. Tahun ini, syarat usaha berdiri sedikit diperlonggar menjadi minimal 6 bulan. Program WMP sangat terbuka untuk pemuda, informasi lengkap dengan juknisnya pengajuannya bisa diakses di website Kemenpora.
Di awal peserta WMP mengikuti Bimbingan Teknis Manajemen Keuangan di Hotel Grand Suite Darmo pada bulan November 2018 lalu. Diikuti ratusan pemuda dari wilayah Jawa Timur dan Bali. Di Kabupaten Gresik ada beberapa wirausahawan muda yang menjadi peserta WMP 2018. Mayoritas mereka bergabung dengan Forum Kewirausahaan Pemuda (FKP) Gresik yang dinaungi Dinas Pemuda dan Olahraga Kab Gresik. FKP bukan sekedar komunitas bisnis, namun organisasi resmi pemuda yang berwirausaha yang berperan meningkatkan skala bisnis pemula yang dirintis mulai nol.

Budi, Pemuda Asli Gresik yang juga memiliki bisnis di bidang songkok merupakan salah satu Peserta Wirausaha Muda Pemula yang mendapatkan bantuan di akhir Desember 2018 lalu. “Program WMP ini sangat menyuntik semangat pemuda untuk berwirausaha, khusus bagi kami akan kami gunakan untuk peningkatan manajerial bisnis kami serta peningkatan kualitas produk songkok kami”. 
Budi, Peserta WMP 2018 memanfaatkan Program WMP membeli laptop guna meningkatkan adminstrasi bisnisnya

Setelah dapat bantuan, penerima WMP akan didekatkan dengan pihak-pihak yang berhubungan dengan usahanya, termasuk akses pada modal. Mereka juga akan dimasukkan sebagai anggota Forum Kewirausahaan Pemuda untuk saling berinteraksi, menambah jejaring dan mengembangkan diri dan usahanya.

Indie Creative Manajement 2019 UMG, Create a Young Entrepreneur

Diposting oleh On January 16, 2019


TIMESINDONESIA, GRESIK – Di penghujung tahun 2018, program studi Manajemen, Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) menggebrak dengan menggelar Indie Creative Manajement 2019 dengan tajuk Create a Young Entrepreneur.
 "Ini sesi penutup perkuliahan bisnis, kenapa? karena kami di prodi manajemen sudah mendesain matakuliah semester ganjil,” kata Kepala (Ka) Prodi Manajemen UMG, Anita Handayani, Jumat, (28/12/2018).

Indie Creative Manajement merupakan acara tahunan yang selalu diselenggarakan program studi manajemen UMG sebagai even penutup perkuliahan bisnis. Dan tahun ini, diselenggatakan pada Kamis-Jumat (27-28/12/2018) dan Sabtu-Minggu (5-6/12/2019) mendatang.
mahasiswa-UMG..jpg
“Mata kuliah bisnis ini merupakan rumpun matakuliah berjenjang, sehingga mahasiswa manajemen setelah lulus dari UMG sudah pasti tahu bisnis dan memiliki bisnis,” ucap Anita.
Ia membeberkan, matakuliah semester ganjil adalah bisnis mulai Kreasi Bisnis untuk semester 1, Kewirausahaan semester 3, Studi Kelayakan Bisnis semester 5 dan semester 7 Aplikasi Bisnis.
mahasiswa-UMG....jpg
Acara yang diselenggarakan selama empat hari ini tidak hanya menghadirkan para pebisnis muda untuk sharing tapi juga menggelar kegiatan Market 4.0 seperti Bisnis Plan Kompetisi, Manajemen Award, Entrepreneur Camp dan Talk Show Bisnis yang menghadirkan Nuryadi, CEO Satu Atap Surabaya dan Rahman Budiman, owner Karya Nusantara Optima.
"Bisnis butuh niat, modal finansial bukan utama dalam bisnis, karena saya mengawali bisnis dari sebuah niat dan kesempatan sehingga songkok yang saya buat bisa menembus pasar Nasional,” ujar Rahman.
Sementara itu, Nuryadi di Indie Creative Manajement 2019UMG menambahkan, problem mengawali anak muda berbisnis adalah Guidance, Publikasi dan Permodalan. “Anak muda butuh mentor untuk mengawali bisnis agar bisa terarah. Mereka saat ini kesulitan untuk dapat mentor maka dengan ada program seperti ini anak muda wajib ikut,” tuturnya. (*)